Archive for April, 2008

Pagi yang Cerah (bag 1)

April 11, 2008

Penunjuk angka di dinding mulai beranjak dari angka 7 di pagi hari.
“Rekan-rekan” senior seprofesi mulai berdatangan.
Komputer yang “masih layak pakai” pun mulai dinyalakan.
Seperti biasa rutinitas awal di pagi hari adalah duduk di ruang makan melihat mas Dede menyiapkan minum dan membersihkan ruangan. Dibarengi dengan obrolan-obrolan ringan mulai dari macetnya kota ini di pagi hari hingga [...]

Menyejukkan

April 10, 2008

You can say, “Today was the exact same as yesterday”
But something has to be different
The things that connect us to tomorrow mean the most
It doesn’t matter how slowly life changes
Everything is etched into my heart

There are days to sow the seeds
And days to give them water
But someday i will see
Our future will be clear [...]

Hanya bisa duduk terdiam

April 3, 2008

Ketika embun tak lagi menetes
Senyum indah slalu terukir
Lalu mengapa entah mengapa
Surya bertanya di lubuk dalam
Inikah tanda rasa menghilang
Ataukah sirna luka terpendam ?
 
Sang ratu enggan berkumandang
Diam layaknya lonceng tak berdentang
Tak mau suaranya menggema terlebih bila menyiksa
Dinding penyangga, angin pembawa, makhluk bertelinga
Ingin sebenarnya aku ingin
Meredam segala sumbang dan bimbang
Apa daya tiada kuasa
Hanya bisa duduk terdiam..