Hanya bisa duduk terdiam
Ketika embun tak lagi menetes
Senyum indah slalu terukir
Lalu mengapa entah mengapa
Surya bertanya di lubuk dalam
Inikah tanda rasa menghilang
Ataukah sirna luka terpendam ?
Sang ratu enggan berkumandang
Diam layaknya lonceng tak berdentang
Tak mau suaranya menggema terlebih bila menyiksa
Dinding penyangga, angin pembawa, makhluk bertelinga
Ingin sebenarnya aku ingin
Meredam segala sumbang dan bimbang
Apa daya tiada kuasa
Hanya bisa duduk terdiam..
April 3, 2008 at 3:21 am
cieee, bisa nulis puisi lo ternyata, hahaha
April 30, 2008 at 5:33 pm
wow ga nyangka ternyata melow juga puisi ini.