Hanya bisa duduk terdiam

Ketika embun tak lagi menetes

Senyum indah slalu terukir

Lalu mengapa entah mengapa

Surya bertanya di lubuk dalam

Inikah tanda rasa menghilang

Ataukah sirna luka terpendam ?

 

Sang ratu enggan berkumandang

Diam layaknya lonceng tak berdentang

Tak mau suaranya menggema terlebih bila menyiksa

Dinding penyangga, angin pembawa, makhluk bertelinga

Ingin sebenarnya aku ingin

Meredam segala sumbang dan bimbang

Apa daya tiada kuasa

Hanya bisa duduk terdiam..

 

 

Advertisement
Explore posts in the same categories: April 2008

2 Comments on “Hanya bisa duduk terdiam”


  1. cieee, bisa nulis puisi lo ternyata, hahaha


  2. wow ga nyangka ternyata melow juga puisi ini.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.